Bermain Gadget Berbahaya jika dalam penggunaannya berlebihan. Terutama pada anak, penggunaan gadget perlu dihindari dengan tidak membiarkan mereka terpapar teknologi yang berlebihan.

Terlepas dari manfaatnya, dampak buruk penggunaan gadget yang berlebihan ini juga harus diwaspadai dari sekarang. Tidak hanya orang dewasa yang dapat menikmati perkembangan gadget tersebut, tapi juga sampai anak-anak.

Berikut 9 Dampak Bermain Gadget Berbahaya

Menghambat Perkembangan Otak

Saat anak diberikan smartphone atau gadget otaknya yang masih berkembang menjadi akut. Karena pada 3 tahun pertama kehidupan anak termasuk periode kritis terutama dalam perkembangan otak.

Selain itu cara otak tumbuh selama bertahun-tahun juga menjadi alasan permanen. Menjadi sandaran semua pembelajaran di masa yang akan datang. Rangsangan dari layar smartphone dan tablet ini akan menghalangi perkembangan normal otak. Kemudian akan membanjiri pikiran yang masih berkembang dengan rangsangan tersebut.

Menyebabkan Gangguan Otak pada Remaja

Pada remaja sendiri perkembangan otaknya tidak sama kuat dengan bayi. Tapi dalam hal tersebut, otak anak-anak serta remaja yang terus berkembang akan dirugikan jika terlalu banyak penggunaan gadget.

Karena otak remaja sendiri sangat mudah beradaptasi, jadi pengalaman menggunakan smartphone atau bermain gadget berbahaya akan dikaitkan dengan materi otak yang lebih rendah pada korteks cingulate anterior remaja. Bagian tersebut termasuk bagian otak yang bertanggung jawab dalam pemrosesan emosi serta pengambilan keputusan.

Sulit dalam Hal Berteman

Perubahan yang dibuat smartphone atau gadget untuk mengembangkan kemampuan otak dalam berempati. Membuat para pengguna dikaitkan saat menjalin hubungan seperti pertemanan. Selain itu bagi remaja, gadget sudah dapat menjadi penopang dalam situasi sosial yang sulit.

Memicu Depresi

Penggunaan bermain gadget berbahaya memang sering dikaitkan dengan tingkat depresi dan stres yang lebih tinggi. Ada beberapa pusat media dan kesehatan yang menemukan bahwa penggunaan ponsel pada anak-anak sendiri telah meningkat.

Ada sekitar 90% guru yang melaporkan jumlah siswa yang memiliki tantangan emosional yang meningkat. Ada juga sebanyak 86% guru melaporkan jumlah siswa yang memiliki tantangan sosial yang meningkat.

Banyak guru yang menyalahkan penggunaan gadget dari permasalahan tersebut. Karena anak-anak biasa keluar selama istirahat, makan, melakukan kegiatan fisik sampai melakukan sosialisasi.

Menyebabkan Kecanduan

Dari para peneliti sendiri telah menemukan interaksi cepat yang dinikmati oleh para pengguna gadget. Hal tersebut membanjiri otak mereka dengan zat kimia saraf seperti dopamine yang mampu memicu perasaan euforia.

Hal tersebut juga berkontribusi pada kecanduan dan membuat bermain gadget berbahaya. Selain itu saat anak-anak belajar bergantung pada kepuasan yang dirasakan melalui penggunaan gadget. Begitu sudah kecanduan, maka dapat mengalami beberapa perasaan. Mulai dari marah, kelelahan, depresi dan mengalami gangguan jika tidak menggunakan gadget.

Mempengaruhi Respon Visual

Selain dampak di atas, bermain gadget secara berlebihan juga berbahaya bagi respon visual terutama pada anak. Karena permainan yang ada di dalam gadget ini berupa rangsangan visual yang bergerak cepat.

Kemudian anak akan terbiasa dengan ritme serta memperhatikan rangsangan visual bergerak cepat. Mereka menjadi kurang cepat dalam mendengarkan penjelasan guru saat di kelas.

Kurang Tidur

Saat ini anak usia 9 sampai 10 tahun mengalami kurang tidur sampai 75% dan hal tersebut diakibatkan oleh penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Saat anak kekurangan tidur maka akan memberikan dampak yang buruk. Terutama untuk nilai sekolah karena otak tidak berkembang dengan baik. Sedangkan anak sendiri butuh tidur yang cukup supaya otaknya dapat berfungsi dengan baik.

Mengalami Obesitas

Penggunaan gadget hampir sama dengan penggunaan televisi serta video yang dapat meningkatkan kasus obesitas. Selain itu alat elektronik yang di pasang di kamar juga dapat meningkatkan risiko obesitas sampai 30%. Hal ini terjadi karena anak menjadi malas bergerak dan sampai saat ini ada
sebanyak 30% anak mengalami obesitas, diabetes sampai risiko yang tinggi terkena serangan jantung atau stroke. Usia harapan hidupnya yang rendah juga membuat hidup menjadi berbahaya.

Tumbuh Kembang Lambat

Dampak lain dari penggunaan bermain gadget berbahaya atau berlebihan lainnya dapat membatasi gerak fisik dan membuat tumbuh kembangnya menjadi terlambat. Paparan teknologi yang ada sejak dini juga dapat mempengaruhi prestasi dan kemampuan literasi akademik anak secara negatif.